Wow, Kutai Kartanegara Penghasil Petani Milenial Terbanyak di Kaltim

Seorang remaja di Kutai Kartanegara sedang mengolah padi menjadi gabah.
Seorang remaja di Kutai Kartanegara sedang mengolah padi menjadi gabah.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyebut Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berupaya keras mendorong pengembangan sektor industri pertanian. Salah satu upaya yang konsisten dia lakukan melalui program Petani Milenial.

Hasilnya, kini kabupaten yang berpusat di Tenggarong tersebut menjadi kabupaten dengan jumlah petani milenial terbanyak di Kalimantan Timur. Mengajak anak muda untuk menekuni dunia pertanian bukan perkara mudah.

Namun, bagi Edi Damansyah tentu menjadi tantangan sehingga harus dituntaskan. Bahkan digadang-gadang program ini dapat membangkitkan semangat kerja para anak-anak muda.

Dari program itu, lahirlah gerakan pembangkit sektor pertanian yang sangat membanggakan, yaitu kelompok petani milenial.

“Kutai Kartanegara harus sukses menjadi lumbung pangan, oleh karena itu perlu adanya pola pikir baru, ide kreatif dan inovasi , guna membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian dengan cara berkelanjutan,” kata Edi Damansyah.

Tidak tanggung-tanggung, lanjut dia, para petani sudah bisa melakukan beragam aktivitas pertanian menggunakan teknologi digital misalnya drone.

“Untuk nyemprot tanaman bisa menggunakan drone. Pembukaan lahan juga harus memakai drone, semua identik dengan teknologi sudah berbasis manajemen, bukan lagi basah-basahan dan berlumpur," tutupnya.

Meski menjadi yang terbanyak di Kaltim, Edi Damansyah tetap mengajak generasi muda untuk menaruh minat serta atensi lebih pada sektor pertanian.

Belum lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur merilis hasil Sensus Pertanian 2023. Dalam rilis itu, diketahui total petani milenial yang berusia 19–39 tahun di Kaltim sebanyak 45.567.

Dari angka tersebut, angka terbanyak berada di Kutai Kartanegara dengan jumlah 12.536 orang atau 27,51 persen. Di posisi kedua ada Kabupaten Paser dengan 10.182 orang atau 22,35 persen dan disusul Kabupaten Berau dengan 7.017 orang atau 15,40 persen.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Yusniar Juliana petani milenial merupakan kelompok petani yang berpotensi besar dapat mengembangkan pertanian di Kalimantan Timur. Alasannya, karena mereka memiliki akses dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengusahakan pertanian.

“Berdasarkan hasil ST2023, petani milenial yang berumur 19–39 tahun, baik menggunakan maupun tidak menggunakan teknologi digital, sebanyak 45.567 orang atau 24,90% dari total 182.991 petani di Benua Etam,” katanya.

Disebutkan Yusniar, petani yang berumur lebih dari 39 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 59.318 orang (32,42%) dan petani yang berumur kurang dari 19 tahun dan menggunakan teknologi digital sebanyak 48 orang (0,03%). Teknologi digital yang dimaksud meliputi penggunaan internet, media sosial, aplikasi, perangkat lunak, perangkat keras, sensor, drone, dan sebagainya.

Dijelaskan dia, teknologi digital dapat membantu petani milenial untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas, dan daya saing produk pertanian. Tidak hanyaitu, dengan teknologi digital para petani milenial dapat dengan mudah mengakses informasi, pasar, modal, jaringan, dan layanan pertanian lainnya.

“Hasil ST2023 merupakan gambaran umum tentang kondisi pertanian di Kaltim. Diharapkan hasil ST2023 dapat bermanfaat bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan pertanian yang tepat sasaran,” katanya. (YN)