Perkuat Potensi Wisata, Dispar Kutim Kirim Belasan Pokdarwis ke Lombok


Belasan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Kutai Timur diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk belajar tata kelola pariwisata Lombok. Studi tour itu berlangsung selama 4 hari sejak 30 November hingga 4 Desember 2023.

Pendamping perjalanan dari Dinas Pariwisata Kutai Timur, Zulfiah Afridha mengatakan perjalanan tour kali ini adalah upaya Dinas Pariwisata dalam mendorong pengembangan potensi pariwisata yang ada di Kutai Timur. Sengaja melibatkan 19 pegiat Pokdarwis di Kutai Timur agar dapat meningkatkan pengelolaan potensi wisata di masing-masing tempat.

"Dipilihnya Lombok sebagai tujuan studi tour kali ini untuk menjadi belajar terkait tata kelola pariwisata di sana. Agar nantinya teman-teman dari Kutai Timur juga mengadopsi cara dan tata kelola pariwisatanya, kolaborasi ini diharapkan terus belanjut sehingga destinasi-destinasi wisata khususnya desa-desa wisata yang ada di Kutai Timur juga bisa berkembang," katanya pada Senin (4/12/2023).

Dijelaskan dia, sebanyak 4 tujuan wisata berhasil dikunjungi, tempat-tempat itu memiliki konsep yang nayris sama dengan yang ada di Kutai Timur. Masing- masing Pantai Kuta Lombok, Sirkuit Mandalika, Kampung etnik Ende Suku Sasak dan tempat pusat pernak-pernik mutiara.

Salah satu peserta tour dari Pokdarwis Kecamatan Kongbeng, Ismail mengatakan Kutai Timur juga memiliki wisata pantai dan laut dengan panorama terumbu karang seperti Lombok. Sedangkan di Kongbeng, ada goa-goa peninggalan sejarah yang juga bisa dikembangkan menjadi wisata internasional.

"Di tempat kita sebenarnya tidak kalah menarik dengan Lombok, hanya saja kita belum mampu menerapkan manejemen  pengelolaan tempat dan paket-paket wisatanya. Kita memiliki sumbedaya alam yang cukup beragam, baik itu wisata budaya, wisata laut maupun spot wisata buatan seperti embung dan sebagainya," katanya.

Dia berharap, dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat dari studi tour itu untuk mengembangkan beragam potensi wisata di Kecamatan kongbeng. "Intinya kita harus meniru cara mereka, kita harus membuat paket wisatanya, kita tingkatkan infrastrukturnya, dan terpenting peningkatan kapasitas sumber daya manusianya," imbuhnya.

Tidak hanya tempat-tempat wisata, para Ketua Pokdarwis itu juga mengunjungi stand-stand pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satunya galeri UMKM Pokdarwis Bonjeruk Permai. Sembari belajar cara mengemas produk makan khas Lombok, para peserta juga disilahkan mencicipi beragam jajanan khas Lombok seperti kue aling-ali berbahan dasar gula merah, jamu serbak (welcame drink) keciprut, tape uli dan jaje ragi, stik duri ikan, sari rempah gula aren, jahe gulung dan banyak lagi lainnya. 

Tak kalah menarik, para peserta juga disuguhkan sajian kopi khas Bonjeruk. Mewakili citarasa Nusantara, kopi itu adalah salah satu produk unggulan UMKM Bonjeruk. Para Peserta antusias belajar cara mengolah kopi. Mulai dari proses tumbuk manual hingga cara pengemasan yang menarik. Selanjutnya mereka langsung menikmati suguhan kopi panas dengan 3 varian rasa, antara lain rasa kopi orisinil, kopi kayu manis dan kopi gula. (YN/ARM)