Kecewa Banyak Kontroversi Piala Dunia 2022 Qatar, Eric Dier: Kami Bukan Politisi

Pemain sepakbola Inggris, Eric Dier/Net
Pemain sepakbola Inggris, Eric Dier/Net

Di tengah segala persiapan pertandingan Piala Dunia tahun ini, Eric Dier dan para pesepakbola lainnya harus ikut dibuat pusing dengan segala kontroversi Qatar sebagai tuan rumah.


Bek asal Inggris itu mengaku kecewa dengan banyaknya masalah seputar Piala Dunia 2022 di Qatar, yang ia sebut telah meredam kegembiraan para pemain.

"Kami berada di sini dalam waktu yang sangat singkat. Banyak yang telah terjadi, banyak hal yang sangat mengecewakan," kata pemain 28 tahun itu kepada wartawan pada Sabtu (19/11), seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Dier tampaknya merujuk pada berbagai kritik yang dihadapi Qatar atas isu pelanggaran hak asasi manusia, khususnya terhadap pekerja migran.

Berdasarkan laporan Amnesty International 2021, ribuan pekerja migran di Qatar terjebak dan dieksploitasi selama pembangunan stadion.

"Ini adalah situasi yang mengerikan. Sebagai pemain, kami tidak memiliki pengaruh pada keputusan ini. Ini adalah Piala Dunia dan saya sangat bangga menjadi bagian darinya. Sebagai sebuah tim, kami sangat senang berada di sini untuk mewakili negara kami," ucap Dier.

"Kami duduk di sini membicarakannya, alih-alih berbicara tentang sepak bola. Jadi kami kehilangan banyak (kegembiraan) itu. Tapi kami tidak bisa menyembunyikannya, akan salah jika mengabaikannya," tambahnya.

Saat ini, Amnesty International dan sejumlah kelompok HAM telah mendesak FIFA untuk menyisihkan 440 juta dolar AS sebagai kompensasi bagi para pekerja migran di Qatar/

Pada Mei, FIFA menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan proposal tersebut. Mereka juga telah memberikan 22,6 juta dolar AS kepada para pekerja migran pada Desember 2021.

"Dan jelas kamilah yang akhirnya duduk di sini dan menjawab pertanyaan semacam ini. Ini situasi yang sulit bagi kami. Bukan hanya kami, setiap tim, setiap pemain akan mengalaminya sepanjang turnamen," kata Dier.

"Pada akhirnya kami adalah pesepakbola, kami bukan politisi. Tapi kami memiliki nilai-nilai kami dan kami berbicara tentang mereka," pungkas Dier.